jual gazelle

jual gazelle
antik kebo gazelle

Jumat, 08 Januari 2016

catatan reuni spalsa




 
Dalam perjalanan pulang dari solo ke jogja tadi malem saya didawuhi budhe Herni untuk membuat ulasan pada pertemuan silaturrahmi 1 januari 2016 alumni smp al islam 1 surakarta kemarin.
Sungguh menjadi tidak fair kalau saya yg memberi ulasan, wong saya datang telat. Panitia ataupun pemrakarsa seharusnya yang lebih berhak.
aku kie wis tekane telat, begitu datang njuk waton nylekop, ra melu mbayar, langsung makan, ngajak bolo anak-bojo meneh hahahahaha…. Jiaaaaann…. Ra sopan tenan aku kie…
Tapi, sebagai rasa hormat saya pada budhe Herni yang cukup banyak berperan atas terselenggaranya acara ini,  saya akan mencoba ‘ngudo roso’ berdasar pandangan mata yang mulai kabur ini (kalo membaca tulisan sudah musti pakai kaca mata plus…hadeeeewww… mulai dikurangi nikmat saya… )
Jadi begini…
Jelas, pertama saya perlu mengapresiasi kepada pengurus/panitia/pemrakarsa dan penyandang dana atas “segala” yang telah diberikan demi terselenggaranya silaturrahmi ini dengan penuh keikhlasan. Sebuah kelonggaran, kekayaan hati dan energi mereka yang tidak bisa dibilang sederhana, mudah-mudahan menjadi pengalaman bathin yang akan dicatat oleh Yang Maha Segala sebagai amal kebaikannya. Wow… salut buat mereka… (kok koyo sambutan pak dukuh kie yo…xixixixi….)
Lalu…
Pada dasarnya, silaturrahmi kemarin saya rasakan lebih dinamis, lebih berwarna dari pada beberapa waktu silam…
Sempat saya dduduk di pojok mengamati satu-persatu… Alhamdulillah semuanya wajah sumringah, seneng, tidak terpancar bahwa usia temen-temen sudah diatas kepala empat. barangkali ini wujud-bukti apa yang dingendikakne Nabi Muhammad, bahwa silaturrahmi dapat memperpanjang usia. Gak ada yang sedih, gak ada yang mrengut, gak ada yang merasa tersisih, gak ada yang tidak percaya diri…
Wajah-wajah yang Nampak lebih muda dibanding chronological age-nya… tidak nampak bahwa kita sudah berusia empat puluh tahun lebih, tidak berasa bahwa diantaranya sudah bercucu, ah… bahagianya… setelah sekian puluh tahun tidak bertemu… dulu, jangankan bicara… berpapasan aja deg-degan, imajinasinya entah kemana… hari itu…luber semua, cair, seger… tiba-tiba saya bisa bicara lancer di depan Nu’id, ngobrol lancer dengan Fadhilah, ngenyeki Ida dan Iing dengan ringan, jowal-jawil dengan Nikmah…aih..aih…
seolah tidak ada yang perlu dimaafkan, karena seolah sudah cukup dekat dan saling memahami. Melekatnya ati yang tak berbatas… ciee..cieee…
Tidak ada batas kaya,miskin,buruh,pejabat,pengangguran,laki,perempuan… cair dan dinamis, walau ada aja yang asyik mojok dewe, tapi kuanggap itu sebagai wujud perasaan yang telah lama mereka simpan menjadi telaga kerinduan…
Meski ada beberapa temen yg membuat saya jadi agak cangggung, gimana gak canggung… mosok sama saya ngomongnya boso kromo…bhuwahahahaha…hla saya musti piye jal… engatase ngobrol mbi henri wae kok nganggo boso kromo…
Ini yang membuat saya tetep bertahan berada di tengah paseduluran ini, ada perasaaan saling menjaga… menjaga agar selalu berada dalam jalur kebaikan, mengingat kebandelan saya selama ini… menjaga agar selalu jelas aqidahnya (matur nuwun leik Agus, saying kemarin kita tidak bisa bertemu) mengingat betapa bengalnya diri ini…
Ada perasaan untuk selalu memberi ruang dimanapun dan kapanpun pada keluarga ini, di sisi pojok relung hati. Kusimpan dan kujaga kuat-kuat agar tidak akan pernah putus tali silaturrahmi ini.
Di akhir sesi, budhe Herni dengan semangatnya memberi ‘permainan’ yang sangat inspiratif, memberi pencerahan agar selalu  berbuat kebaikan pada sesama lalu disimpulkan pada pakdhe Yahyakan untuk selalu berbagi,  mengingatkan pada tugas utama manusia untuk saling bermanfaat pada sesama. Yaaaaa…. Happiness only real when shared Seperti quote dalam  film ‘into The Wild”
Akhirnya, mudah-mudahan silaturrahmi ini akan selalu terjaga, terawat, dan harapan untuk membangun media silaturrahmi yang lebih nyata (yang saya dengar sementara ini ada wacana membentuk koperasi) terwujud. Mudah-mudahan niat baik ini mendapatkan kemudahanNYA
Tak lupa dalam hati sambil berbisik pada para malaikat yang melindungi kami, Al fatihah buat para almarhum, Anfalul Maghfur, Muhammad Choeron, Didik Setia Adhi dan entah siapa lagi…
nuwun